Saat kau rangkum doa
saat kau teriakkan marah
saat kau mencoba lepas
agar lega itu ada
agar sesak itu reda
agar senyum yg nadir
kembali hadir
Tapi kau mendahului takdir
memutuskan ajalmu sendiri
memutuskan ajalmu sendiri
ditengah keramaian teman
diantara hangat yg kau rindu sangat
diantara airmata yg menjadi doa
Dengan amarah dan sesak
kami mengiringi pergimu
mengantar ke pintu akhir ragamu
mendaraskan doa pelipur lara
lalu mencoba mengenang senyummu
bukan sakitmu
(hari ini, setahun BH pergi)
ilustrasi: "suicide by modernism" mark kostabi

No comments:
Post a Comment