Mungkin karena pengaruh
alkohol yang sama-sama kami minum.
Atau karena dia sudah merasa akrab denganku.
Atau karena dia sudah merasa akrab denganku.
Yah, perempuan itu menginap
di rumahku, yang akhir-akhir ini memang menajadi "jujugan" beberapa
“pelintas dunia” yang sedang menghabiskan waktu di Indonesia.
Bule-bule penggelandang itu.
Bule-bule penggelandang itu.
Beberapa tegukan lagi, lalu
ia mulai bercerita tentang asal usulnya. Tentang masa kecil dan remajanya.
Sementara di samping ada beberapa teman yang juga saling bercerita dengan tema
berbeda. Ajaib juga, kita bisa fokus ngobrol dengan tema masing-masing dengan
suara keras, karena pengaruh alkohol.
Perempuan itu memutuskan
untuk menjadi punk dengan segala ideologinya sejak umur 15 tahun. Lalu ia
membuat tatto pertamanya. Saya lupa gambarnya, tapi kalau tidak salah sebuah
logo dari band punk yang cukup sohor di Amerika, negara asalnya.
Awalnya sang bunda tidak
setuju, tetapi karena argumennya bisa diterima nalar sang bunda, dia
diperbolehkan menentukan apa saja yang menjadi pilihannya.
Bunda si perempuan itu
penganut kristen yang taat. Itu perlu menjadi catatan.
Pada umur 16 tahun si
perempuan ini sudah masuk universitas, program akselerasi diambilnya ketika
SMA, bisa dipastikan ia bukan murid bodoh kan?
Sejak masuk kampus ia
semakin bebas menentukan pilihannya.
Saat berumur 17 tahun ia
hamil.
Ia memutuskan untuk
mempertahankan kehamilannya. Dengan resiko akan di adopsikan.
Karena ia sadar diri, belum mampu merawat dan memberi kesejahteraan terhadap bayi yang dilahirkannya.
Kami sama-sama teringat film Juno. Tepatnya aku yang mengingatkannya.
Dia tertawa “Ya, aku suka film itu. Menyentuh hati” katanya dengan sedikit berkaca-kaca.
Karena ia sadar diri, belum mampu merawat dan memberi kesejahteraan terhadap bayi yang dilahirkannya.
Kami sama-sama teringat film Juno. Tepatnya aku yang mengingatkannya.
Dia tertawa “Ya, aku suka film itu. Menyentuh hati” katanya dengan sedikit berkaca-kaca.
Lalu ia melanjutkan cerita.
Bayi yang dilahirkan kemudian di adopsi oleh pasangan yang memang sudah divonis dokter tidak bisa punya anak. Keluarga berada pastinya.
Tetapi ia diberi hak memberi nama, meski keluarga itu juga memberi nama.
Jadi, si bocah punya tiga nama berbeda.
Satu dari si perempuan ini, satu dari orangtua yang mengadopsinya, satu lagi dari neneknya. Seru juga.
Bayi yang dilahirkan kemudian di adopsi oleh pasangan yang memang sudah divonis dokter tidak bisa punya anak. Keluarga berada pastinya.
Tetapi ia diberi hak memberi nama, meski keluarga itu juga memberi nama.
Jadi, si bocah punya tiga nama berbeda.
Satu dari si perempuan ini, satu dari orangtua yang mengadopsinya, satu lagi dari neneknya. Seru juga.
di Amerika, bayi adopsi
sejak dini sudah diberi tahu kalau ia adalah anak angkat, jadi tak ada problem
psikologi ketika besar. Itu tidak menjadi masalah besar terhadap si bayi. Kasih
sayang dari orang tua angkat tetap terasa sehangat orang tua sedarahnya. Si
perempuan itupun tidak dihalang-halangi bertemu anaknya. Tetapi, si anak akan
memanggil nama ke ibu kandungnya, lalu memanggil mama dan papa ke orangtua yang
mengadopsinya.
Informasi baru dan menarik yang kudapat malam ini.
Amerika memang telah mapan dalam banyak hal.
Lalu cerita berlanjut, perempuan itu memilih melanglang dunia setelah lulus dari kuliahnya. Sambil sesekali bekerja untuk “setoran” ke anak kandungnya yang mulai remaja. Itu pun diperbolehkan oleh keluarga angkatnya. Yah, sekedar mengajak makan berdua lalu membelikan baju dan hadiah kecil.
Informasi baru dan menarik yang kudapat malam ini.
Amerika memang telah mapan dalam banyak hal.
Lalu cerita berlanjut, perempuan itu memilih melanglang dunia setelah lulus dari kuliahnya. Sambil sesekali bekerja untuk “setoran” ke anak kandungnya yang mulai remaja. Itu pun diperbolehkan oleh keluarga angkatnya. Yah, sekedar mengajak makan berdua lalu membelikan baju dan hadiah kecil.
Saat ini jagoannya sudah
berumur 14 tahun, remaja lelaki yang tampan.
Yang sewaktu-waktu memanggil namanya lewat telpon akan menjadi prioritasnya. Saat ia di sisi dunia yang jauh dari amerika pun, kalau sang anak bilang kangen, ia akan berusaha pulang. Namanya juga ibu.
Yang sewaktu-waktu memanggil namanya lewat telpon akan menjadi prioritasnya. Saat ia di sisi dunia yang jauh dari amerika pun, kalau sang anak bilang kangen, ia akan berusaha pulang. Namanya juga ibu.
Oh ya, perempuan ini
skarang sudah memenuhi tubuhnya dengan macam-macam tatto. Setiap singgah di
suatu negara, pasti ia mencari artis tatto untuk menambah gambar di tubuhnya.
Anaknya pernah takut dengan salah satu tatto di tubuhnya. Tetapi rasa takut itu disembunyikan. Si perempuan lalu menjelaskan makna tatto yang membuat takut anaknya. Semua tatto di tubuh perempuan itu dijelaskan detail kepada anaknya saat mereka bertemu. Aku membayangkan serunya proses dialog mereka.
Sampai suatu saat, si anak bilang dengan mantap “Hey, aku sudah tidak takut dengan tattomu!!”
Perempuan ini kembali terlihat berkaca-kaca saat menceritakan hal diatas.
lalu kami minum lagi, sampai bir dan intisari yang ada tandas.
Masih banyak cerita lainnya yang menarik.
Soal interaksi si perempuan ini dengan mamanya.
Soal betapa kolot sang mama, tetapi tetap bisa menerima apapun pilihan anaknya.
Dari pilihan religi/agama Sampai pilihan orientasi seksual yang berkembang sesuai pengalaman psikologisnya.
Ya, perempuan ini memilih tidak beragama, yang pasti membuat sang mama yang penganut kristen kolot (tidak tahu, seperti apa kristen kolot itu :P) tentunya terpukul, tetapi tetap bisa menerima pilihan anaknya.
Di bagian cerita ini, mendadak aku jadi teringat lagu John Lennon “Imagine”.
Anaknya pernah takut dengan salah satu tatto di tubuhnya. Tetapi rasa takut itu disembunyikan. Si perempuan lalu menjelaskan makna tatto yang membuat takut anaknya. Semua tatto di tubuh perempuan itu dijelaskan detail kepada anaknya saat mereka bertemu. Aku membayangkan serunya proses dialog mereka.
Sampai suatu saat, si anak bilang dengan mantap “Hey, aku sudah tidak takut dengan tattomu!!”
Perempuan ini kembali terlihat berkaca-kaca saat menceritakan hal diatas.
lalu kami minum lagi, sampai bir dan intisari yang ada tandas.
Masih banyak cerita lainnya yang menarik.
Soal interaksi si perempuan ini dengan mamanya.
Soal betapa kolot sang mama, tetapi tetap bisa menerima apapun pilihan anaknya.
Dari pilihan religi/agama Sampai pilihan orientasi seksual yang berkembang sesuai pengalaman psikologisnya.
Ya, perempuan ini memilih tidak beragama, yang pasti membuat sang mama yang penganut kristen kolot (tidak tahu, seperti apa kristen kolot itu :P) tentunya terpukul, tetapi tetap bisa menerima pilihan anaknya.
Di bagian cerita ini, mendadak aku jadi teringat lagu John Lennon “Imagine”.
Imagine
there's no heaven
Bayangkanlah tak ada surga
Bayangkanlah tak ada surga
It's easy if
you try
Mudah jika kau mau berusaha
No hell below us
Tak ada neraka di bawah kita
Above us only sky
Di atas kita hanya ada langit
Imagine all the people
Bayangkanlah semua orang
Living for today...
Hidup hanya hari ini...
Imagine there's no countries
Bayangkanlah tak ada negara
It isnt hard to do
Tidak sulit melakukannya
Nothing to kill or die for
Tak ada alasan untuk membunuh dan terbunuh
No religion too
Juga tak ada agama
Imagine all the people
Bayangkan semua orang
Living life in peace...
Menjalani hidup dalam damai...
Mudah jika kau mau berusaha
No hell below us
Tak ada neraka di bawah kita
Above us only sky
Di atas kita hanya ada langit
Imagine all the people
Bayangkanlah semua orang
Living for today...
Hidup hanya hari ini...
Imagine there's no countries
Bayangkanlah tak ada negara
It isnt hard to do
Tidak sulit melakukannya
Nothing to kill or die for
Tak ada alasan untuk membunuh dan terbunuh
No religion too
Juga tak ada agama
Imagine all the people
Bayangkan semua orang
Living life in peace...
Menjalani hidup dalam damai...
depok 17 september 2013
lirik lagu
ngambil dari :
http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.com/2011/10/imagine-john-lennon.html
http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.com/2011/10/imagine-john-lennon.html

Coba beliaunya suruh merasaken CINTA mbut..CIu faNTA..ditanggung njengkeng..
ReplyDeletekelingan jaman KKN nang banjarnegara.. itu buat jamuan suci di tengah sawah.. cinta=ciu fanta :))
ReplyDelete