Kalau diberi karunia bisa
bertemu, saya ingin belajar dengannya. Gadis manis berkemampuan luar biasa
yang menyita banyak perhatian orang
beberapa waktu yang lalu.
Beberapa kali tampil di
tv, salah satunya di acara Kick Andy.
Ia lalu menunjukkan kemampuannya yang membuat
banyak orang geleng-geleng kepala. Sayapun kemudian kepo mencari alamat Fbnya untuk
kemudian mengajaknya berteman yang ternyata bersambut. Saya lalu jadi bisa melihat
wallnya. Celotehan-celotehannya, juga foto-foto yang ia pajang, tentunya
terkait dengan aktivitasnya yang segambreng.
Saya melihat Sri mulyani
di wajahnya. Mengira-ira, selepas kuliah anak ini pasti punya posisi penting
atau kalau tidak ya dijadikan rebutan lembaga-lembaga baik pemerintah atau NGO. Kalau tidak jadi duta ya jadi pemegang salah satu posisi penting.
Saya bayangkan masa
depannya pasti cerah ceria. Wajahnya lumayan cantik, ditambah kemampuan otaknya
yang mampu membuatnya menguasai 11 bahasa bahkan lebih, bakal membuat laki-laki
antri untuk mendapat perhatiannya.
Yang pasti kalau toh ia
jomblo pasti jombo yang berkualitas super.
Jomblo dengan pesan cinta
bertubi-tubi, yang susah payah harus ditangkis dengan rompi anti peluru asmara.
Di umur saya yang ke 40,
kabar duka itu sengkarut di media online.
Detik memberitakan
kematiannya, sementara kompas menyanggah dengan mengatakan pihak rumah sakit
belum menyatakan wafat. Masih ada detak jantung yang terbaca.
Saya malah terbayang, apa
jadinya dia diumur 40 seperti saya saat ini.
Bisa jadi posisinya sudah direktur. Pasti sudah melanglang buana dibanyak negara. Sibuk di konfrensi-konfrensi tingkat dunia. Capaiannya pasti sangat jauhh di atas saya pada umur yang sama.
Bisa jadi posisinya sudah direktur. Pasti sudah melanglang buana dibanyak negara. Sibuk di konfrensi-konfrensi tingkat dunia. Capaiannya pasti sangat jauhh di atas saya pada umur yang sama.
Ternyata nasib punya
ceritanya sendiri,.
Gayatri, gadis cantik nan cerdas itu wafat di
umur yang belum genap 18 tahun.
Kabarnya, selepas SMA ia mencoba menembus universitas terkemuka (info
dari media) lalu singgah di jakarta. Kota yang ternyata menuntaskan segala
cita-citanya. Ia berhenti di ibukota.
Meninggalkan banyak orang
yang menyayangkan kematian mudanya, salahsatunya saya.
Selamat jalan Gayatri Wailissa.
Mungkin kamu sedang belajar bahasa Tuhan, dan saat kamu menguasainya, Tuhan
sayang lalu memintamu pulang.
foto:kompas.com
No comments:
Post a Comment