Showing posts with label remehtemeh. Show all posts
Showing posts with label remehtemeh. Show all posts

Monday, April 21, 2025

Hidup

Apa yang membuat kamu masih merasa nyaman  menjalani hidup?
Iya, menjalani hidup saat ini.
Apakah dengan  mengenang satu masa dimana pernah merasakan "kejayaan hidup?" 
(ketauan banget udah tua :D)

Atau sama sekali sudah bosan dengan hidup yang "gini-gini aja?"
 
Atau dengan berkompromi, lalu menjalaninya lempeng kayak penggaris

Atau menjalani penuh antusias dengan menikmati apa saja yang ada di depan mata, bahkan mencari-cari pengalaman baru sampai ke pelosok dunia paling nyelip sekalipun?

Mendadak pertanyaan itu muncul di kepala, ditengah rutinitas yang kadang terasa menjebak. Rutinitas menjalani hidup sehari-hari sesuai komitmen yang disepakati.

Komitmen dengan pasangan hidup. 
Komitmen dengan pekerjaan yang umur kontraknya pertahun.
 Komitmen dengan pilihan hobi, misalnyamemelihara kucing ataupun anjing yang masing-maisng ada kesepakatan dan aturan mainnya.

Jadi, apayang membuat kamu masih merasa nyaman  menjalani hidup?






Sunday, July 19, 2020

JANJI



Hari ini jam 16.30 saya ada janji penting sekali. Biar ingat rasanya perlu saya tulis di tembok FB.
Iya, saya ada janji main layangan dengan si Radit sore nanti.
Bocah anak tetangga beda RT tetapi satu lorong/jln.

Beberapa kali Radit ngelongok ke kamar kerja saya lalu tanya "masih kerja om?" saya yang lagi asik mendesain cuma mengangguk. Biasanya Radit berlalu sambil nyomot permen di meja saya.

Sore kemarin Radit tanya ke Nana, istri saya yang sedang diluar rmh, "Tante, om Maman besok kerja tidak?"
Saya tentu saja mendengar. "Ya tanyalah dit. Buat janji ama om Maman, nanti pasti diatur jadwal kerjanya"
Saya ngakak dalam hati. Tidak lama kepala Radit nongol, lalu bilang "Om besok sore bisa kan maen layangan?" Saya sok pura2 berpikir, "Bisa sih dit, tapi jam empat lebih ya" kata saya sok kayak orang penting.
"horee, bisa tante jam setengah empattt" teriak Radit sambil lari kebawah melewati Nana. Lah.. kok jadi setengah empat... hahaha
Iya, Radit pertama kali bisa menerbangkan layangan karena saya ajari. Wajahnya cerianya saat layangan mengangkasa, lalu terbahak kegirangan. Kayaknya malam saat tidur mengigau dia.
Itu sebabnya ia nyaman maen layangan dengan saya.
Dan yang pertama bisa jadi selalu berkesan.
Lalu saya ingat dulu pertama kali bisa cebok yang ngajarin saya bukan orang tua atau kakak. tetapi tetangga rumah, namanya Mas Wikan. Beliau ngajari saya simpel. Tangan kanan di depan pegang gayung. tangan kiri ke belakang pegang pantat. guyur gosok-gosokk..
dan itu jadi pengalaman yang akan selalu saya ingat. Bisa jadi demikian dengan Radit. Saat besar nanti kala dia liat layangan terbang, ada seseorang yang diingatnya. Bukan orang tua, tetapi tetangga dekat rumah masa kecilnya
.
Oh iya,satu lagi yang Radit tau dari saya, cara menyalakan korek kayu batangan

Sunday, May 08, 2016

remeh temeh sehabis hujan

Melihat jarum jam yang seperti susah ditahan lajunya.
Kemarin baru saja eforia libur panjang, dan besok sudah senin saja. Ah, sepertinya aku sudah tak beda dengan orang kebanyakan, yang tersekap rutinitas. Yang ditimbuni banyak permasalahan dan seharusnya menjadi remeh temeh saja.

Membuka jadwal pekerjaan. Juga janji yang  berarti pekerjaan lagi pekerjaan lagi.
padahal aku ingin bermain.

Seperti saat ini, menulis bagiku bermain. Sudah jarang kulakukan.
Blog seperti sudut rumah yang tak tersentuh kemoceng, kalau saja aku tidak meniatkan diri selama sebulan bikin gambar tentang YY. gadis kecil korban kebiadaban 14 orang berotak kosong. Tak ada postingan di blog ini.
Posting gambar demi gambar sebenarnya juga sama dengan menulis. Aku sedang bermain dengan garis dan warna. Tetapi, ah.. Tetap beda sensasinya, ketika aku bisa seperti menggerutu, Ngelindur, meracau dalam larik-larik kalimat yang tak berjuntrungan. Seperti onani yang dilakukan pelan lalu semakin cepat dan... Lega.

Kadang rindu seperti ini, dan kini kulampiaskan. menulis remeh temeh spontan saja. tak perlu berpikir tentang ejaan dan tata bahasa yang sering diributkan oleh istriku, si perfeksionis itu. Tak perlu mikir dulu atau mempertimbangkan asas manfaat tulisan ini buat yang iseng mampir blogku dan membacanya. Ya salahmu to kok yo mampir. terus membacanya. kurang kerjaan ya? Selo men uripmu! Lha, malah memarahi pembaca.
Hahaha.

Intinya Mengurangi beban di kepala, menulis apa saja, dengan harapan bisa mengurai banyak hal termasuk janji demi janji yang itu berarti... Kerja!
Cuk!! Kok "mbalik" lagi.. "Asem!"

Okelah, kembali meracau, menyusun kata yang tak penting seperti muntah sehabis menenggak anggur merah cap orangtua, atau intisari yang bikinan orangtua juga. Atau congyang yang terlalu manis itu, tetapi selalu bikin kangen, apalagi sudah seharian dimasukin kulkas.
Wihh, dingin di tenggorokan.

Sudah cukup sepertinya.
Jangan berharap  ada Punchline kayak di lawakan-lawakan tunggal itu di tulisan ini. Huh!