Monday, March 17, 2025

LIPSTICK EFFECT

 LIPSTICK EFFECT


Adalah Leonard Lauder yang memperkenalkan istilah "lipstick effect' tahun 2001
Saat ini kala krisis melanda banyak negara termasuk Indonesia, lipstick effect' kembali terdengar.
Saat orang orang masih berusaha mencari kesenangan meski dengan barang² yang lebih terjangkau tapi tetap berkualitas.
Awalnya orang Amerika sono terutama perempuan berusaha menyenangkan dirinya disaat krisis ekonomi dengan membeli lipstik untuk menyenangkan diri dan meningkatkan mood. Jadi meski lagi susah kesenangan tetap harus diberi porsi, meski levelnya hanya sekecil lipstik.
Tentunya tak hanya lipstik, barang² kecil lainnya seperti kopi, coklat dan makanan rumahan yang limited atau produk mainan murah menjadi sasaran, yang tujuannya meningkatkan mood.
Nah, apakah lipstick effect' ini bisa menyentuh wilayah seni?
Misalnya seniman meresponnya dengan membuat karya yang lebih terjangkau harganya. Artwork kecil² misalnya.atau produk turunan semisal t'shirt dan pernik lainnya.
Saya nulis ini tidak dalam rangka mau jualan kaos lho ya.
Mata lagi tidak asik buat mendesain/ menggambar.
Hanya iseng saja, karena tangan ini gatal melihat linimasa/tiktok dilintasi konten ttg lipstick effect.
Sepertinya mood saya dikendalikan tiktok. Hahaha

No comments:

Post a Comment