Neurosains menjadi sangat populer akhir² ini
Salah satu biang kerok yang jadi penyebabnya adalah Dokdes/ Ryu Hasan
Beliau rajin tausiyah dan membagikan pengetahuannya di sosial media,
Orang jadi paham mengenai.peran.otak yg mengatur emosi.
Orang jadi ngeh bahwa nyawa itu tak ada dengan penjelasan yang sederhana menyitir teori Darwin.
Meski menuai pro kontra pemikiran dokter Ryu sepertinya disambut baik oleh gen Z.
Ini menarik jika kemudian direspon jadi ide² berkesenian./ Berkarya.
Teori psikologi Sigmund Freud dengan psikoanalisanya sudah basi diganti pendekatan neurosains.
Ide² surealisme harusnya mulai beranjak meninggalkan konsep psikoanalisa,
Tak lagi berkutat dengan imajinasi alam bawah sadar atau tahayul tentang "jiwa ketok" yg pernah diaggas Sudjojono.
Karena seperti nyawa, jiwa sudah mati. Dibunuh Dokdes, eh oleh Darwin dgn teori evolusinya


No comments:
Post a Comment