Sunday, May 18, 2025

ngeblog dan perkara rumit yang sering tiba-tiba muncul

 Ada kawan lama tiba-tiba chat. Cerita sedang pusing gara-gara belum bisa moveon dari kekasihnya yang sepertinya tidak mungkin di tengok lagi, karena sudah menjadi masa lalu. 

Kawan saya ini perempuan, di mata saya seorang yang mandiri. Pergerakannya gesit. Beberapa waktu lalu ia merantau menjadi "pendatang gelap" di sebuah negara di asia. Bekerja dan wisata sepertinya menjadi pilihan hidupnya. Nyalinya saya akui besar. Saya aja sebagai kawan kadang ketar-ketir dan beberapa kali mengingatkannya. tapi dia dengan santai menyikapi kekawatiran kami, temannya yang ada di \Indonesia.

Setelah puas di Asia,  ia merencanakan pindah ke negara Skandinavia. Seperitnya sudah daapat negara yang akan ditujunya. Sementara ini ia balik ke Indonesia dan menetap di bali sembari mengurus keperluan dokumen legal. kali ini dia bukan manusia gelap lagi. hehehe

Lalu kemarin ia cerita soal perasaannya yang belum bisa melupakan teman lelaki yang ia temui di negara sebelum ini. Masih sering muncul bayangan lelaki itu, tangannya masih kepo mencari kabar secara sembunyi. Dan itu disadarinya tidak sehat.

Banyak teman di Bali yang mengingatkannya. Lupakan ya lupakan. titik. Tapi dikala gabut, keisengan itu muncul. lalu ia bertanya ke saya, harus bagaimana. \saya hanya mengingatkan, bukannya ia dulu suka menulis dan bahkan blogger yang aktif. Saat ini penulsi blog bisa dipastikan adalah mahluk langka. nah, bukannya malah menarik kalau menulis lagi. Cerita saja apa yang dirasakan. \semacam bikin jurnal lah. Jurnaling juga konon bis amembantu mengurai pikiran dan menata emosi. Itu juga yang saya lakukan melalui blog ini. Terapi buat diri sendiri. Tak peduli ada yang baca atau tidak. yang penting merilis perasaan lewat tulisan ataupun gambar.

Saya merasakan sendiri, ketika masih menyempatkan menulis, selain mencatat agar tidak lupa, juga membantu membuat otak lebih bisa diajak berpikir tersruktur.

 Di jaman apa-apa bisa di "generate" ini, melatih otak agar tak bebal tetaplah penting. Bahkan sebenarnya kalau kita mau buat prompt dan minta toong AI kalau tidak punya bekal menulis yang baik, Promptnya pasti jelek, dan hasilnya tak seperti yang di harapkan.

jadi menulislah kawan, tatalah emosi, lalu kendalikan kehidupan, Karena sebenarnya hidup ini adalah perkara bagimana kita bisa mengelola emosi lalu menata pikiran. 
Kesadaran berawal dari bagaimana kita mengelola emosi bukan?


No comments:

Post a Comment