Monday, June 29, 2026
Tan Malaka: Menabur Benih Revolusi dari Bangku Sekolah Rakyat
Sunday, June 28, 2026
ketika blog dalam genggaman
Monday, July 21, 2025
Melampaui AI: Ketika Seni Manual Bertemu Jiwa Urban di Kopi Cukil
Selama dua hari, pada 19 dan 20 Juli lalu, Kedai Kopi Cukil di Jl. Lebak Bulus 1 ada dua lokakarya seni rupa yang begitu menarik: Kolase dan cetak cukil grafis. Acara bertajuk "Helo Juni, Pakabar Juli" ini, bagi saya, seolah menghentikan waktu sejenak.
Mengajak para pesertanya kembali menggunakan tangannya yang selama ini sudah terbelenggu gadget dan dilenakan oleh AI
Saturday, June 21, 2025
Graphic Memoir,komik yang mengaduk kenangan
Pada hari kamis (12/6/2025). Pameran komik Graphic
Memoir di Bentara Budaya Jakarta,
Palmerah secara resmi dibuka
Pameran ini terselenggara hasil Kerjasama Bentara Budaya dengan DKV IKJ dan Institut
français d'Indonésie (IFI).
Graphic memoir merupakan genre komik yang memadukan kekuatan
gambar dengan narasi personal para perupa/ komikusnya.
Penonton diajak menyelami beragam cerita yang menyentuhm
personal dan reflektif.
Pameran Graphic memoir ini memberi ruang untuk mengeksplorasi kenangan dan cerita perjalanan hidup yang divisualisasikan baik
secara realistis/ apa adanya, maupun secara simbolik sehingga pesan yang
disampaikan harus dicerna terlebih dahuku sebelum bisa di pahami oleh apresian.
Ada sekitar 62 seniman dari Indonesia dan mancanegara yang terpilih melalui
jalur undangan dan “open call”.
Kisah-kisah tentang pengalaman masa kecil, masalah keluarga, kehidupan urban, hingga
kisah kehilangan dan trauma dihadirkan dengan bermacam gaya visual yang khas
dan unik oleh para seniman.
Ilham Khoiri, GM Bentara Budaya & Communication
Management Kompas Gramedia menyampaikan karya-karya komik yang ditampilkan menghadirkan satu genre komik yang cenderung
untuk mengembangkan storytelling versi masing-masing seniman dengan latar
belakang beragam. Ada komikus yang memang memproduksi komik seperti Kurnia Harta
Winata, Beng Rahadian, sampai Rahman seblat dan Emul Mulyono yang berlatar
belakang seniman murni
“Karena itu, hasilnya pun bervariasi secara rupa, dan semoga
semuanya menyentuh hati kita melalui pesan-pesan kemanusiaan yang lebih
universal.,” ungkapnya di acara pembukaan pameran yang ramai dipadati penggemar
komik.
Sambutan berikutnya dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar yang
hadir membuka pameran komik Graphic Memoir. “This is a very important event.
This is my first time in Bentara Budaya. Dan saya di sini melihat luar biasa
banget, this amazing collaboration of how comics and architecture are put
together in such a beautiful place and actually tell stories,” jelasnya.
Irene mengatakan, komik memiliki kekuatan untuk
menyederhanakan pesan yang kompleks dan menjangkau semua kalangan. “These
comics make it easier for people to digest. Comics also can be adaptable to all
readers, karena terkadang ada keterbatasan untuk memvisualisasikan apa yang ada
di dalam sebuah kata-kata—karena kita manusia yang berimajinasi. Comics
capture a piece of history with accuracy, in a comical, enjoyable,
and happy way,”
Pameran Graphic Memoir ini menampilkan 21 perupa komik
undangan, tiga perupa komik asal Prancis dan satu komikus asal Amerika,
serta 41 perupa komik dari hasil open call
Karya-karya dari seluruh seniman yang dipamerkan pada
pameran ini bukan sekadar arsip visual, melainkan juga medium ekspresi
yang menyentuh isu-isu lebih luas seperti identitas, ruang hidup, dan
dinamika keseharian yang kerap terabaikan.
Wednesday, May 21, 2025
Taksonomi Bloom dan logika AI
Lagi ramai orang menyoal wapres Gibran yang di beberapa kesempatan "mengenalkan" teknologi AI dan mendorong pengajaran AI di sekolah-sekolah.
Beberapa waktu lalu, Gibran Rakabuming menerima audiensi komunitas anak muda pecinta Artificial Intelligence (AI) di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (28/02/2025). Dalam pertemuan tersebut, Wapres menegaskan bahwa inovasi berbasis AI merupakan salah satu pendorong utama kemajuan bangsa, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Lalu, kenapa banyak orang mempersoalkan Gibran yang seperti membabi buta soal Ai? apa yang di kawatirkan?
Selama ini banyak pengamat menilai pengembangan kemampuan berpikir siswa baik dari SD sampai SMA masih kurang.
Taksonomi bloom yang mengajarkan bagaimana cara berpikir terstruktur yang meliputi kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasikan, lalu menganalisis dan mengevaluasi belum sepenuhnya dipelajari oleh siswa.
Kemampuan guru untuk memberikan materi taksonomi bloom belum semua bisa menyampaikan secara mendetail dan jelas. . Kalau toh sudah disampaikan, apakah sudah semuanya, atau baru di tahapan ke berapa? Itu yang harus di evaluasi dulu.
Untuk masuk ke tahapan logika penggunaan AI, kalau tidak didasari kemampuan mengerti dna memahami taksonomi bloom, ya akan fatal akibatnya.
Kejaidannya dalam membuat prompt pasti akan asal-asalan.
Contoh Mata pelajaran Desain Grafis: Dengan taksonomi bloom Siswa dapat mengaplikasikan prinsip desain grafis untuk membuat desain yang efektif, menganalisis desain yang ada, dan menciptakan desain baru. Kalau proses itu sudah bisa dilakukan, saat meminta asistensi dari Ai prosesnya akan benar dan hasil pembuatan promptnya juga lebih terstruktur.AI adalah asisten kita, kalau perintahnya tidak tepat, hasilnya pun akan meleset dari yang diminta. Ketika bekerja dengan Ai, mental yang harus kita siapkan adalah mental manager. Mental pemimpin proyek yang paham dengan proyek yang dikerjakannya.
Dengan pemahaman taksnonomi bloom yang mumpuni, itu bisa dilakukan
Sunday, May 18, 2025
ngeblog dan perkara rumit yang sering tiba-tiba muncul
Ada kawan lama tiba-tiba chat. Cerita sedang pusing gara-gara belum bisa moveon dari kekasihnya yang sepertinya tidak mungkin di tengok lagi, karena sudah menjadi masa lalu.
Kawan saya ini perempuan, di mata saya seorang yang mandiri. Pergerakannya gesit. Beberapa waktu lalu ia merantau menjadi "pendatang gelap" di sebuah negara di asia. Bekerja dan wisata sepertinya menjadi pilihan hidupnya. Nyalinya saya akui besar. Saya aja sebagai kawan kadang ketar-ketir dan beberapa kali mengingatkannya. tapi dia dengan santai menyikapi kekawatiran kami, temannya yang ada di \Indonesia.
Setelah puas di Asia, ia merencanakan pindah ke negara Skandinavia. Seperitnya sudah daapat negara yang akan ditujunya. Sementara ini ia balik ke Indonesia dan menetap di bali sembari mengurus keperluan dokumen legal. kali ini dia bukan manusia gelap lagi. hehehe
Lalu kemarin ia cerita soal perasaannya yang belum bisa melupakan teman lelaki yang ia temui di negara sebelum ini. Masih sering muncul bayangan lelaki itu, tangannya masih kepo mencari kabar secara sembunyi. Dan itu disadarinya tidak sehat.
Banyak teman di Bali yang mengingatkannya. Lupakan ya lupakan. titik. Tapi dikala gabut, keisengan itu muncul. lalu ia bertanya ke saya, harus bagaimana. \saya hanya mengingatkan, bukannya ia dulu suka menulis dan bahkan blogger yang aktif. Saat ini penulsi blog bisa dipastikan adalah mahluk langka. nah, bukannya malah menarik kalau menulis lagi. Cerita saja apa yang dirasakan. \semacam bikin jurnal lah. Jurnaling juga konon bis amembantu mengurai pikiran dan menata emosi. Itu juga yang saya lakukan melalui blog ini. Terapi buat diri sendiri. Tak peduli ada yang baca atau tidak. yang penting merilis perasaan lewat tulisan ataupun gambar.
Saya merasakan sendiri, ketika masih menyempatkan menulis, selain mencatat agar tidak lupa, juga membantu membuat otak lebih bisa diajak berpikir tersruktur.
Di jaman apa-apa bisa di "generate" ini, melatih otak agar tak bebal tetaplah penting. Bahkan sebenarnya kalau kita mau buat prompt dan minta toong AI kalau tidak punya bekal menulis yang baik, Promptnya pasti jelek, dan hasilnya tak seperti yang di harapkan.
jadi menulislah kawan, tatalah emosi, lalu kendalikan kehidupan, Karena sebenarnya hidup ini adalah perkara bagimana kita bisa mengelola emosi lalu menata pikiran.
Kesadaran berawal dari bagaimana kita mengelola emosi bukan?
Friday, May 09, 2025
WISUDA
pagi-pagi lewat depan warung pok Ati sudah buka, tapi pemiik warungnya tampak siap pergi ke suatu tempat.
Tapi mereka tetaplah orang tua yang bangga dengan capaian anaknya. Meski cuma lulus SMK, ya tetaplah layak dirayakan keberhasilannya, dengan diwisuda.
Monday, April 21, 2025
Hidup
Iya, menjalani hidup saat ini.
Apakah dengan mengenang satu masa dimana pernah merasakan "kejayaan hidup?"
Atau sama sekali sudah bosan dengan hidup yang "gini-gini aja?"
Atau dengan berkompromi, lalu menjalaninya lempeng kayak penggaris
Atau menjalani penuh antusias dengan menikmati apa saja yang ada di depan mata, bahkan mencari-cari pengalaman baru sampai ke pelosok dunia paling nyelip sekalipun?
Mendadak pertanyaan itu muncul di kepala, ditengah rutinitas yang kadang terasa menjebak. Rutinitas menjalani hidup sehari-hari sesuai komitmen yang disepakati.
Komitmen dengan pasangan hidup.
Review film, Pengepungan Bukit Duri
Kelar nonton film karya Joko Anwar mata saya kliyengan.
Adegan dengan pengambilan gambar gambar goyang² dan shoot maju mundur bkn mata terutama yg masih pemulihan abis operasi seperti saya jadi tersiksa. Beberapa kali saya menundukkan kepala bukan karena tidak tahan melihat adegan kekerasan yang berdarahdan sadis, tetapi karena mata terasa perih. Buat penyandang epilepsi juga harap hati² sepertinya.
Distopia mulai terasa di pemerintahan Prabowo dengan kebijakan dan respon asal-asalan sang presiden yang membuan menteri selevel Srimulayni saja puyeng.
Majjhima Patipada
Belakangan ini saya sering bertemu angka kembar ketika melihat jam. Minimal dua kali dalam sehari, saat melihat jam ketemu angka yang sama.

Monday, March 17, 2025
LIPSTICK EFFECT
LIPSTICK EFFECT
ngepoin Neurosains
Neurosains menjadi sangat populer akhir² ini

Sunday, January 05, 2025
Puji Bagyo dan cukilan yang mengagumkan
Hari minggu enaknya ngapain ya?
Monday, December 30, 2024
Perihal sensor karya dan klarifikasinya
Akhirnya yang saya cari-cari ketemu juga.
Seni cetak mencetak uang
Wednesday, January 06, 2021
API
Apa yang menjadi apimu?
Yang membuat hidupmu bergairah, nyaman dalam menjalaninya,
dan bisa jadi adalah tujuan hidup.
Saat aku belum paham tujuan hidup dan masih kanak-kanak. Tujuan hidupku ya hanya menghabiskan waktu bersama sosok yang memberi asi kepadaku sampai umur 4 tahun, dan membiarkanku nyaman menetek meski tanpa susu sampai umur 5 tahun.
Lalu apiku itu padam saat belum genap 10 tahun. Aku patah,
dunia yang sebelumnya berwarna orange mendadak jadi biru tua. Lalu aku mulai meraba-raba.
Mencari lagi api hidup. Api yang akan menjadi bara sampai waktuku habis dan
meredup. Lalu Api itu kurasakan muncul dari setiap senyum orang yang kutemui.
Aku nyaman melihat orang tersenyum dan membalas senyumku.
Terpikir aku harus bisa membuat orang tersenyum.
Lalu aku berusaha berbuat baik agar orang lain tersenyum.
Aku sudah muak dengan kesedihan akibat ibu yang mendadak pergi.
Hanya ingin bisa tersenyum. setidaknya untuk diri sendiri, syukur-syukur
bisa mengajak orang lain.
Awalnya itu muncul tanpa sadar. Dari pilihan-pilihan hobi yang muncul.
Kebetulan aku suka menggambar. Mungkin dipengaruhi kakakku
yang lebih dulu eksis menggambar kartun. Kakakku mengirim gambar kartunnya ke beberapa
media cetak kala itu,tahun 80an akhir sampai tahun 90an. Dan lumayan bisa untuk
bertahan hidup.
Akupun mengikutinya. Lebih ke upaya membuat orang tertawa, setidaknya
tersenyum. Honor ya tetep perlu, sebagai tambahan uang saku.
Seiring waktu, pilihan hidup pun mengarah ke visual.
Menggambar, membuat kartun dan komik. Dari SMA/SMSR sampai kuliah di ISI. Meski
belum dengan kesadaran saat ini. Aku suka menggambar, melucu lewat gambar
tepatnya.
Dengan lelucon atau satir. Tidak langsung tertawa, mikir dulu. Aku suka lukisan
dengan muatan satir imajinatif, macam lukisan Sudjono Kerton, JokoPekik, Marc Chagall, dan Picasso. Melihat bentuk-bentuk
kubis karya Picasso itu sebuah satir anatomi yangmenggelikan.
Juga imajinasi Marc Chagall yang liar. Dari
figure-figur kubisme Picasso kukembangkan karakter kartun dan komik, dari Marc Chagall
kuambil cara dia membuat komposisi gaya lukis untuk menghasilkan visual yang
bisa jadi untuk ilustrasi, kartun dan komik,yang kuharap jadi gaya ciri khasku.
Memaknai hal lucu pun berkembang seiring
pengetahuan yang diasup kepala.
Menterjemahkan lucu sebagai proses mentertawakan fenomena yang pernah dialami dan
sudah terlewat dalam hidup, lalu saat diingat menjadi hal yang menggelitik dan menimbulkan
tawa, bahkan dari sepahit apapun pengalamannya salah satunya.
Lalu lahir karya satir yang bisa jadi terkesan
gelap, tetapi ada sesuatu yang menggelitik dan membuat tertawa meski sambil misuh-misuh.
Kemudian memanfaatkan medium senirupa/ komik
sebagai media curhat yang harapannya bisa melapangkan hati dan menerbitkan
senyuman. Kupraktekkan di penjara anak-anak Tangerang dari tahun 2005-2010
secara intens. Kemudian ke penjara-penjara lain sampai tahun 2016.
Aku menulis ini tentu ada penyebabnya. Sepagi tadi
bersama istri kita melihat film animasi Disney berjudul “Soul”. Film tentang
jiwa-jiwa yang diturunkan untuk bertemu raga dan menuntun takdirnya. Dikemas dalam
cerita yang ringan dan lucu
Lebih jelasnya silahkan tonton sendiri di Disney+ (bukan maksud ngiklan ya)
Film yang memantik tulisan ini. Juga sebagai
catatan awal tahun yang akan kuposting di rahmanseblat.blogspot.com
mau ngeblog lagi ceritanya.
Memulai dengan catatan yang semoga reflektif untukku
sendiri. Semakin paham dengan tujuan hidup dan menjaga api, yang ternyata
adalah senyuman.
Dari situ semua bermula, dan hidup dijalani sampai waktunya redup dan mati













